Home > Sudut Hati > SUPPORTER

SUPPORTER


Bayer Munchen vs Lyon,

Ketika Munchen main di kandang, Ribery mendapatkan kartu merah dari wasit. selang beberapa menit kemudian salah sayu pemain Lyon pun mendapatkannya juga.skor akhir 1-0 untuk kemenangan Munchen melalui gol Arjen Roben.

Lyon vs Munchen,

Ketika bertandang ke kandang Lyon, Munchen seperti mengamuk. Unggul dalam ball possesion, gelandang-gelandang Munchen pun merajai di lapangan tengah. Pada laga ini, tuan rumah tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya “pembantaian” pun terjadi. 3 goal dari Olic tidak mampu dibalas oleh Lyon.

Yang membuat saya kagum adalah,

Pada awal babak II, salah satu pemain Lyon mendapatkan kartu merah. pada saat kondisi ball possesion kalah, menjadi tuan rumah pula….. APA REAKSI SUPPORTER ???? Mereka tidak anarkis. kecewa? pasti iya. tetapi kelapangan hati untuk menerima segala konsekwensi sebuah pertandingan sepak bola. mereka tidak anarkis. tidak ada keributan, apalagi kerusuhan di luar lapangan… Saya terus membandingkan dengan persepakbolaan Indonesia. Sekelas liga saja, supporter kita masih sering anarkis. Tidak mampu menerima apapun yang terjadi di lapangan. Jangankan bertindak sebagai tuan rumah, bertandang pun, jika tim-nya kalah mereka bisa pulang dengan amarah yang terluapkan di jalan-jalan. Masih ingatkah supporter Persib yang bertandang ke Karawang melawan Pelita Jaya?????? masih ingatkah supporter persita?? dan tim-tim yang lain????

Tidakkah kita bisa mencontoh mereka di Eropa dan negara-negara lain yang memiliki kedewasaan yang tinggi? Sepertinya harus ada sebuah pertemuan seluruh perwakilan supporter untuk memprakarsai pertandingan damai. PSSI bisa menyelenggarakan sebuah pertemuan dengan mengundang seluruh perwakilan supporter sepak bola di negeri ini. Canangkan dengan sungguh-sungguh kedewasaan mendukung tim kesayangan, dan tuangkan dalam sebuah kesepakatan bersama. Dan tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi PSSI harus selalu mensosialisasikan FAIR PLAY di setiap ajang dan media-media. bukan hanya jargon fairplay saja, tetapi tekankan pada hasil pertemuan raya para supporter ini.

Impian saya adalah, setiap keluarga, anak-anak dan ibu-ibu bisa menikmati pertandingan sepak bola tanpa ada rasa khawatir adanya kerusuhan. walaupun tim tuan rumah (atau tim kesayangan) kalah dalam sebuah pertandingan.

semoga!

Categories: Sudut Hati
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: